Anggota DPR Usul WNI Eks ISIS Ikut Bela Negara Agar Otaknya Dicuci

0
19
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tengah menggodok rencana untuk memulangkan 600 orang yang sempat bergabung dengan ISIS di Suriah ke Indonesia.
Menanggapi hal itu anggota Komisi I DPR Fraksi PPP, Syaifullah Tamliha, mengatakan perlu dilakukan reideologi terhadap WNI eks ISIS itu. Sebab menurut dia, 600 orang itu pernah terpapar paham ISIS.
“Setahu saya sekitar 600 orang mereka telantar di Suriah, namun demikian mereka sudah beralih ideologi dari Pancasila ke ISIS, yang ingin mendirikan negara Islam. Oleh karena itu kalau mereka ingin dikembalikan Indonesia, perlu dilakukan reideologi oleh BNPT oleh BIN,” ucap Syaifullah di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (5/2).
Politisi PPP ini juga menyarankan agar pemerintah menyiapkan program bela negara khusus WNI eks ISIS itu. Hal itu, lanjut dia, perlu dilakukan untuk mencegah penyebaran paham radikal ke masyarakat Indonesia.
“Kalau perlu mereka wajib mengikuti bela negara, sehingga otaknya bisa dicuci , tidak menular ke masyarakat Indonesia yang lain,” kata dia.
“Bagaimana kita harus melindungi masyarakat dari pengaruh-pengaruh yang berpaham sangat radikal, bagaimanapun kita harus melindungi warga negara Indonesia,” tambahnya.
Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi menyebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan memulangkan 600 orang yang sempat bergabung dengan ISIS ke Indonesia. Namun, ia tak menyebut kapan proses pemulangan itu akan dilakukan.
“Badan Penanggulangan Terorisme dalam waktu dekat akan dipulangkan 600 orang yang sekarang tersesat di ISIS di Timur Tengah. Mereka dulu tergabung di ISIS untuk mendirikan negara yang mereka namakan khilafah,” kata Fachrul di Hotel Discovery Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (1/2).
Fachrul menuturkan saat ini mereka tengah telantar di wilayah Timur Tengah. Ia berharap setelah dipulangkan ke Indonesia, pemerintah dapat melakukan pengawasan dan pembinaan agar mencintai negara.(Kumparan/AW)